Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Biden janjikan sumbangan $4 miliar untuk dana Bank Dunia bagi negara-negara termiskin
Tuesday, 19 November 2024 01:22 WIB | FISCAL & MONETARY |Amerika

Presiden AS Joe Biden menjanjikan sumbangan AS sebesar $4 miliar untuk dana Asosiasi Pembangunan Internasional Bank Dunia bagi negara-negara termiskin di dunia, dua sumber yang mengetahui komitmen tersebut mengatakan pada hari Senin.

Biden mengumumkan janji AS tersebut selama sesi tertutup KTT G20 di Rio de Janeiro, menurut sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim. Jumlah tersebut merupakan rekor dan secara substansial melebihi $3,5 miliar yang dijanjikan Washington dalam putaran pengisian ulang dana IDA sebelumnya pada bulan Desember 2021.

Seorang juru bicara Gedung Putih di Washington menolak berkomentar tentang pengisian ulang IDA Bank Dunia.

Tidak jelas apakah Presiden terpilih AS Donald Trump, yang telah mengusulkan pemotongan bantuan asing di masa lalu, akan menghormati janji Biden saat ia dan miliarder Tesla (NASDAQ:TSLA) dan CEO SpaceX Elon Musk berupaya memangkas pengeluaran AS melalui panel efisiensi pemerintah yang baru. Anggaran yang disediakan oleh Kongres AS untuk mendanai komitmen tersebut kemungkinan besar tidak akan terjadi hingga setelah Trump menjabat pada bulan Januari.

Seorang juru bicara tim transisi Trump tidak dapat segera dihubungi untuk dimintai komentar.

JANJI 'BERSEJARAH'

Sebelumnya di Rio de Janeiro, wakil penasihat keamanan nasional AS Jonathan Finer mengatakan kepada wartawan bahwa Biden akan mengumumkan janji "bersejarah" untuk pengisian ulang IDA.

Finer juga mengatakan kepada wartawan pada sebuah pengarahan di KTT G20 bahwa Biden akan meluncurkan kemitraan energi bersih bilateral ketika ia bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada hari Selasa.

Dana IDA Bank Dunia, yang terutama menyediakan hibah dan pinjaman berbunga sangat rendah kepada negara-negara termiskin, diisi ulang setiap tiga tahun, dan konferensi penjaminan dijadwalkan pada tanggal 6 Desember.

Iklan pihak ketiga. Bukan penawaran atau rekomendasi oleh Investing.com. Lihat pengungkapan di sini atau hapus iklan. Presiden Bank Dunia Ajay Banga menargetkan jumlah yang melampaui $93 miliar untuk pendanaan ulang pada Desember 2021, di tengah meningkatnya permintaan dari negara-negara miskin di Afrika dan di tempat lain yang tengah berjuang melawan utang yang besar, bencana iklim, konflik, dan tekanan lainnya.

Banga mengatakan kepada Reuters pada bulan Oktober bahwa pendanaan ulang sebesar $120 miliar mungkin saja dilakukan, tetapi target tersebut akan membutuhkan beberapa peningkatan substansial dalam komitmen negara.

Komitmen baru Biden untuk AS sekitar 14,3% lebih tinggi dari kontribusinya pada tahun 2021. Pada pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia pada bulan Oktober, Spanyol mengumumkan rencana untuk meningkatkan kontribusinya sebesar 37% menjadi 400 juta euro ($423 juta).

Denmark pada bulan September mengumumkan peningkatan 40% dalam kontribusinya menjadi sekitar $492 juta.(Cay)

Sumber: CNBC

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS